Partai oposisi, pemerintah mengharapkan manfaat dari pembebasan tuduhan terhadap Anwar

Keputusan yang mengejutkan membuka jalan bagi Anwar Ibrahim untuk memimpin partai-partai oposisi Malaysia menuju pemilu selanjutnya. Sementara itu, kabinet Najib berargumentasi bahwa keputusan itu menunjukkan telah sesuai dengan ikrarnya.

SUMBER

Januari 09, 2012
Kembali ke Format Awal Lebih kecil Lebih besar

Ribuan orang berkumpul di luar Pengadilan Negeri di Jalan Duta, Malaysia pada hari Senin (9 Januari), menunggu keputusan dalam gugatan hukum kontroversial melawan tokoh oposisi paling terkenal di negara itu, Anwar Ibrahim.

  • Pemimpin partai oposisi Malaysia Anwar Ibrahim berpidato dalam pawai pada tanggal 4 Januari di Seremban, Malaysia, 70 km (43 mil) di sebelah selatan Kuala Lumpur. Pengadilan tinggi negara itu membebaskannya dari dakwaan sodomi pada hari Senin yang ia tegaskan telah direkayasa. [Reuters]

    Pemimpin partai oposisi Malaysia Anwar Ibrahim berpidato dalam pawai pada tanggal 4 Januari di Seremban, Malaysia, 70 km (43 mil) di sebelah selatan Kuala Lumpur. Pengadilan tinggi negara itu membebaskannya dari dakwaan sodomi pada hari Senin yang ia tegaskan telah direkayasa. [Reuters]

Bersikeras bahwa kasus itu didorong oleh alasan politik dan dirancang untuk mendepak Anwar dari kancah percaturan politik, para pendukung telah merencanakan untuk menggelar kampanye unjuk rasa umum jika pengadilan menyatakannya bersalah.

Sebaliknya, mereka bersorak sorai dalam suka cita -- menyerukan seruan perjuangan partai oposisi untuk "Reformasi! - pada saat keputusan dibacakan. Anwar, yang dalam persidangan didakwa melakukan perbuatan seksual yang tidak senonoh dengan seorang ajudan pria muda, telah dibebaskan dari segala tuduhan.

"Syukur kepada Tuhan, keadilan telah ditegakkan," dia menyatakan kepada para wartawan di pengadilan, sambil berjanji untuk memimpin aliansi oposisi yang telah bangkit kembali menuju kemenangan dalam pemilu Malaysia di ronde selanjutnya, yang mungkin saja terjadi dalam beberapa bulan mendatang.

Dalam pernyataan singkat, Hakim Mohamad Zabidin Diah menyatakan bahwa bukti DNA yang diajukan oleh jaksa dalam kasus ini tidak bisa diandalkan. "Pengadilan selalu enggan untuk menyatakan bersalah terhadap dakwaan seksual tanpa bukti nyata. Oleh karena itu, terdakwa dibebaskan dari dakwaan dan dibebaskan," katanya.

Sementara keputusan pembebasan itu melegakan pihak oposisi, pemerintah kabinet Perdana Menteri Najib Razik juga menjadikan keputusan itu sebagai bukti bahwa tuduhan campur tangan politik dalam proses peradilan tidak beralasan.

"Malaysia mempunyai peradilan yang mandiri dan keputusan ini membuktikan bahwa pemerintah tidak mempunyai pengaruh atas keputusan para hakim," demikian menurut Menteri Informasi Rais Yatim dalam suatu pernyataan.

Keputusan itu membuktikan ketulusan janji-janji Najib belakangan ini untuk menerapkan reformasi demokratis, tambah Yatim. Koalisi yang berkuasa telah memimpin Malaysia selama lebih dari lima dasawarsa, dan para kritikus menuduh bahwa mereka tidak ingin mendorong perubahan yang dapat membahayakan dominasi politik mereka.

Anwar pernah sangat diharapkan untuk menggantikan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad sampai perselisihan hebat di antara mereka memaksa Anwar ke luar pada tahun 1998. Tidak lama kemudian, dia dipenjara atas dakwaan sodomi dan korupsi, yang mendorong kira-kira 10.000 pendukungnya untuk melakukan unjuk rasa besar-besaran untuk membelanya.

Setelah enam tahun dipenjara, tuduhan sodomi itu dijungkirkan pada tahun 2004. Dipimpin oleh Anwar, kekuatan oposisi memenangkan sepertiga kursi parlemen - dan kendali politik di lima negara bagian - dalam pemilu tahun 2008. Kemudian tuduhan baru dijatuhkan atas dirinya, dalam apa yang disebut pihak oposisi sebagai usaha untuk menghalangi momentum. Sodomi merupakan perbuatan ilegal di Malaysia yang mayoritas warganya adalah Muslim dan dapat dihukum sampai 20 tahun penjara.

Pada saat para pendukung Anwar menuduh adanya permainan kotor, para kritikusnya menyatakan bahwa dia sendiri mengerahkan tekanan tidak semestinya terhadap berbagai institusi Malaysia dengan mengerahkan unjuk rasa besar-besaran untuk mengintimidasi mereka.

Keputusan pada hari Jumat oleh polisi Malaysia yang mengizinkan pendukungnya untuk unjuk rasa di depan pengadilan merupakan kejutan bagi banyak pihak. Pihak berwajib sebelumnya telah menyatakan bahwa unjuk rasa seperti itu tidak akan diizinkan, dan berbagai pawai pihak oposisi sebelumnya telah dibubarkan oleh polisi, dengan menggunakan gas air mata dan semprotan air.

Firdaus Azil, seorang wartawan dari kantor berita negara Bernama, berbagi pendapat dengan Khabar Southeast Asia. Dia menyatakan bahwa para pendukung Anwar merusak kepercayaan atas peradilan dan kepolisian Malaysia, juga mencoba untuk mempengaruhi peradilan lewat tekanan publik.

Tindakan seperti itu, katanya, menodai citra Malaysia secara internasional.

"Setiap orang mempunyai pandangan sendiri," kata Azil. "Secara pribadi, saya merasa terkejut pada saat membaca berita mengenai persetujuan izin dari polisi. Tampaknya ini akan mendorong tindakan semacam ini berlanjut di masa depan. Hal ini akan mempengaruhi citra negara kita di mata negara-negara lain."

Namun bagi para pendukung kuat Anwar, masalah utamanya adalah demokrasi dan penegakan hukum.

"Tiba-tiba saja dia bebas. Saya merasa amat senang. Akhirnya, dia mendapatkan keadilan," seorang pegawai hotel yang amat gembira, Shima Sharif yang berusia 46 tahun, menyatakan dalam komentar yang dikutip AFP.

Anwar kini bebas untuk berkampanye dan memimpin aliansi dari aneka ragam dan multi-etnis yang menyatukan para anggota masyarakat Melayu yang dominan, kekuatan Muslim yang konservatif, dan kaum minoritas etnis Cina dan India di Malaysia.

Wartawati Khabar Southeast Asia Kate Looi menyumbang dalam laporan ini.

Isi Komentar (Tata Cara Berkomentar)* Menandai tempat yang harus diisi

Apdf-id

Jajak Pendapat

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak mewakili kaum Muslim.

Hasil Peninjauan

Rangkaian Foto

Umat Islam membaca Al-Qur'an di Masjid Agung Istiqlal pada 4 Mei di Jakarta, sebagai bagian dari "Satu Hari Satu Juz", sebuah program yang mendorong umat Islam untuk menjalankan hidup berdasarkan kitab suci agama Islam. Lebih dari 90% dari 250 juta penduduk Indonesia adalah Muslim moderat. [Adek Berry/AFP]

Kelompok garis keras Indonesia ancam toleransi

Tradisi Islam moderat dan toleran di Indonesia terancam oleh kelompok-kelompok garis keras yang memaksakan pandangan konservatif mereka pada orang lain dan mengintimidasi agama minoritas.