Penembakan di Pattani dalam pemeriksaan seksama sementara pemerintah menjanjikan keadilan

Januari 31, 2012
Kembali ke Format Awal Lebih kecil Lebih besar

Wakil PM Yuthasak Sasiprapha mengakui pada hari Selasa (31 Januari) bahwa empat penduduk desa yang tewas dalam insiden penembakan di Pattani pada hari Minggu malam bukan pemberontak, seperti yang sebelumnya disangkakan oleh polisi penjaga. Ia berjanji bahwa keluarga mereka akan mendapatkan keadilan.

Gubernur Pattani Teera Mintrasak dan komandan tentara Wilayah 4 Letjen Udomchai Thammasarorat memimpin penyelidikan terhadap insiden itu, yang terjadi setelah pos penjagaan di distrik Nong Chik diserang dengan granat.

Yang dipermasalahkan, kata para pejabat, apakah para penjaga itu mengikuti aturan pelibatan ketika mereka mengarahkan tembakan terhadap truk bak terbuka yang mereka jumpai ketika sedang memburu para penyerang. Empat orang tewas dalam penembakan polisi, sedangkan orang kelima masih hidup dengan banyak luka.

Sambil menyatakan bela sungkawa atas kematian mereka, Mintrasak mengatakan bahwa ia dan kepala desa telah berbicara dengan penduduk untuk membangun pegertian atas insiden tersebut dan bahwa kompensasi telah dibayarkan kepada para keluarga orang yang tewas dan terluka

Isi Komentar (Tata Cara Berkomentar)* Menandai tempat yang harus diisi

Apdf-id

Jajak Pendapat

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak mewakili kaum Muslim.

Hasil Peninjauan

Rangkaian Foto

Umat Islam membaca Al-Qur'an di Masjid Agung Istiqlal pada 4 Mei di Jakarta, sebagai bagian dari "Satu Hari Satu Juz", sebuah program yang mendorong umat Islam untuk menjalankan hidup berdasarkan kitab suci agama Islam. Lebih dari 90% dari 250 juta penduduk Indonesia adalah Muslim moderat. [Adek Berry/AFP]

Kelompok garis keras Indonesia ancam toleransi

Tradisi Islam moderat dan toleran di Indonesia terancam oleh kelompok-kelompok garis keras yang memaksakan pandangan konservatif mereka pada orang lain dan mengintimidasi agama minoritas.