Penembakan di Pattani dalam pemeriksaan seksama sementara pemerintah menjanjikan keadilan

Januari 31, 2012
Kembali ke Format Awal Lebih kecil Lebih besar

Wakil PM Yuthasak Sasiprapha mengakui pada hari Selasa (31 Januari) bahwa empat penduduk desa yang tewas dalam insiden penembakan di Pattani pada hari Minggu malam bukan pemberontak, seperti yang sebelumnya disangkakan oleh polisi penjaga. Ia berjanji bahwa keluarga mereka akan mendapatkan keadilan.

Gubernur Pattani Teera Mintrasak dan komandan tentara Wilayah 4 Letjen Udomchai Thammasarorat memimpin penyelidikan terhadap insiden itu, yang terjadi setelah pos penjagaan di distrik Nong Chik diserang dengan granat.

Yang dipermasalahkan, kata para pejabat, apakah para penjaga itu mengikuti aturan pelibatan ketika mereka mengarahkan tembakan terhadap truk bak terbuka yang mereka jumpai ketika sedang memburu para penyerang. Empat orang tewas dalam penembakan polisi, sedangkan orang kelima masih hidup dengan banyak luka.

Sambil menyatakan bela sungkawa atas kematian mereka, Mintrasak mengatakan bahwa ia dan kepala desa telah berbicara dengan penduduk untuk membangun pegertian atas insiden tersebut dan bahwa kompensasi telah dibayarkan kepada para keluarga orang yang tewas dan terluka

Isi Komentar (Tata Cara Berkomentar)* Menandai tempat yang harus diisi

Ramadan-id

Jajak Pendapat

Seorang khalifah dipilih dengan bebas oleh kaum Muslimin di mana saja karena kebijaksanaan dan kualifikasi rohaninya. Proklamasi pemimpin ISIL ini akan dirinya sendiri sebagai khalifah untuk semua kaum Muslim melanggar prinsip Islam.

Hasil Peninjauan

Rangkaian Foto

Mariyah Nibosu, yang suaminya ditembak mati pada tahun 2009 oleh orang-orang bersenjata tak dikenal, berdiri di luar rumahnya pada bulan September 2013 di 'desa janda' Rotan Batu yang dikelola negara, 20km dari Narathiwat. ”Para wanita sangat menderita di sini,” katanya. ”Tetapi kami tabah. Kami harus memberi makan anak-anak kami  sendirian. Kami harus bertahan hidup.” [Christophe Archambault/AFP]

Sementara pemberontakan di Ujung Selatan di Thailand terus berlanjut, keluarga-keluarga menderita dan tabah