2 orang India tewas dalam kecelakaan bus di Malaysia

Maret 05, 2012
Kembali ke Format Awal Lebih kecil Lebih besar

KUALA LUMPUR, Malaysia – Dua wisatawan India tewas dan 22 lainnya terluka pada hari Senin pagi (5 Maret) ketika bus mereka terbalik di Jalan Raya Karak-Kuala Lumpur, di bagian barat Malaysia, demikian kata polisi.

Bus yang sarat dengan orang-orang India yang sedang berlibur itu kehilangan kendali dan menghantam pembatas jalan dan terbalik dalam perjalanan dari tempat wisata Genting Highlands ke Kuala Lumpur.

Rajindra Kumar Agarwal, 67, dan Anita Aggarwal, 59, meninggal di lokasi kejadian.

Polisi sedang menyelidiki penyebab kecelakaan itu.

Sharma Kamalesh, 48, salah seorang penumpang yang cedera, mengatakan bus itu melaju "cukup kencang" dan sopir mengabaikan permintaan berulang-ulang yang disampaikan oleh para penumpang agar memperlambat laju kendaraan, demikian lapor Bernama.

Kecelakaan bus yang mematikan sudah biasa terjadi di Malaysia. Pada tahun 2010, sebuah bus yang sedang dalam perjalanan dari tempat wisata dataran tinggi Malaysia lainnya bertabrakan, menyebabkan tewasnya 27 orang, sebagian besar turis dari Thailand, dalam kecelakaan bus terburuk dalam sejarah negara itu.

Isi Komentar (Tata Cara Berkomentar)* Menandai tempat yang harus diisi

Jajak Pendapat

Seorang khalifah dipilih dengan bebas oleh kaum Muslimin di mana saja karena kebijaksanaan dan kualifikasi rohaninya. Proklamasi pemimpin ISIL ini akan dirinya sendiri sebagai khalifah untuk semua kaum Muslim melanggar prinsip Islam.

Hasil Peninjauan

Rangkaian Foto

Umat Islam membaca Al-Qur'an di Masjid Agung Istiqlal pada 4 Mei di Jakarta, sebagai bagian dari "Satu Hari Satu Juz", sebuah program yang mendorong umat Islam untuk menjalankan hidup berdasarkan kitab suci agama Islam. Lebih dari 90% dari 250 juta penduduk Indonesia adalah Muslim moderat. [Adek Berry/AFP]

Kelompok garis keras Indonesia ancam toleransi

Tradisi Islam moderat dan toleran di Indonesia terancam oleh kelompok-kelompok garis keras yang memaksakan pandangan konservatif mereka pada orang lain dan mengintimidasi agama minoritas.