Empat orang terbunuh dalam serangan teroris di Filipina

April 05, 2012
Kembali ke Format Awal Lebih kecil Lebih besar

ZAMBOANGA, Filipina - Tiga mitra polisi dan seorang anggota kelompok militan Abu Sayyaf yang terkait dengan al-Qaeda tewas dalam bentrokan di Filipina selatan pada hari Kamis (5 April), demikian kata militer.

Kelompok militan menyerang truk yang membawa para mitra polisi yang sedang berpatroli di sebuah perkebunan karet di Basilan pada fajar pagi hari, demikian kata Kolonel Ricardo Visaya, komandan satuan tugas kontra-teroris di daerah tersebut, menurut AFP. Tiga dari para mitra polisi tersebut tewas dan tujuh luka-luka, sementara rekan-rekan mereka membalas tembakan dan menembak mati satu dari para penyerang tersebut.

Abu Sayyaf, sebuah kelompok kecil militan Islam yang didirikan pada tahun 1990-an dengan modal awal dari jaringan Al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden, bermarkas di pulau-pulau terpencil di selatan dan bertanggung jawab atas berbagai serangan teror paling mematikan di negara tersebut. .

Jumlah pejuang Abu Sayyaf telah menurun dari sekitar 2.000 sepuluh tahun yang lalu menjadi beberapa ratus pada saat ini, demikian tulis AFP mengutip para analis keamanan.

Isi Komentar (Tata Cara Berkomentar)* Menandai tempat yang harus diisi

Apdf-id

Jajak Pendapat

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak mewakili kaum Muslim.

Hasil Peninjauan

Rangkaian Foto

Umat Islam membaca Al-Qur'an di Masjid Agung Istiqlal pada 4 Mei di Jakarta, sebagai bagian dari "Satu Hari Satu Juz", sebuah program yang mendorong umat Islam untuk menjalankan hidup berdasarkan kitab suci agama Islam. Lebih dari 90% dari 250 juta penduduk Indonesia adalah Muslim moderat. [Adek Berry/AFP]

Kelompok garis keras Indonesia ancam toleransi

Tradisi Islam moderat dan toleran di Indonesia terancam oleh kelompok-kelompok garis keras yang memaksakan pandangan konservatif mereka pada orang lain dan mengintimidasi agama minoritas.