Korban kerusuhan di Myanmar naik jadi 40

Maret 27, 2013
Kembali ke Format Awal Lebih kecil Lebih besar

YANGON, Burma - Korban tewas akibat kerusuhan antarwarga baru-baru ini di kota Myanmar tengah, Meiktila, naik menjadi 40 setelah delapan mayat lagi ditemukan, demikian lapor media negara itu, Selasa (26 Maret) menurut AFP.

  • Seorang pria etnis Rohingya di Myanmar (tengah) terjatuh dalam unjuk rasa di Kuala Lumpur, Senin (25 Maret), memprotes kerusuhan maut antara umat Budha dan Muslim di Meiktila, Myanmar tengah. [Mohd Rasfan/AFP]

    Seorang pria etnis Rohingya di Myanmar (tengah) terjatuh dalam unjuk rasa di Kuala Lumpur, Senin (25 Maret), memprotes kerusuhan maut antara umat Budha dan Muslim di Meiktila, Myanmar tengah. [Mohd Rasfan/AFP]

Bentrokan antara umat Muslim dan Budha tampaknya dipicu oleh adu mulut di sebuah toko emas pada tanggal 20 Maret. Dalam beberapa jam, seperti dilaporkan AFP, masjid terbakar, rumah hancur dan tubuh yang hangus berserakan di jalanan.

Surat kabar pemerintah New Light of Burma mengatakan delapan mayat baru itu ditemukan di antara puing-puing pada hari Sabtu dan Minggu. Kerusuhan sporadis telah dilaporkan terjadi juga di daerah-daerah lainnya di dekat Nay Pyi Taw.

Isi Komentar (Tata Cara Berkomentar)* Menandai tempat yang harus diisi

Jajak Pendapat

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak mewakili kaum Muslim.

Hasil Peninjauan

Rangkaian Foto

Umat Islam membaca Al-Qur'an di Masjid Agung Istiqlal pada 4 Mei di Jakarta, sebagai bagian dari "Satu Hari Satu Juz", sebuah program yang mendorong umat Islam untuk menjalankan hidup berdasarkan kitab suci agama Islam. Lebih dari 90% dari 250 juta penduduk Indonesia adalah Muslim moderat. [Adek Berry/AFP]

Kelompok garis keras Indonesia ancam toleransi

Tradisi Islam moderat dan toleran di Indonesia terancam oleh kelompok-kelompok garis keras yang memaksakan pandangan konservatif mereka pada orang lain dan mengintimidasi agama minoritas.