Khabar Southeast Asia

  • English
  • Bahasa

Narathiwat mendapat acungan jempol dari pengendara sepeda off-road

Oleh Rapee Mama untuk Khabar Southeast Asia di Narathiwat

Juni 18, 2014

Acara BigBike OffRoad tahunan ketiga di Provinsi Narathiwat dianggap

Acara BigBike OffRoad tahunan ketiga di Provinsi Narathiwat dianggap "sukses besar" oleh para peserta yang bersemangat untuk mempromosikan perdamaian di wilayah itu dan hubungan lintas-perbatasan. [Rapee Mama/Khabar]

Meskipun pemberontakan masih berlangsung di wilayah tersebut, lebih dari 1.000 penggemar sepeda motor off-road Thailand dan Melayu menikmati akhir pekan yang menyenangkan di acara BigBike-OffRoad Narathiwat, di distrik Muang dan Sri Sakorn, Narathiwat bulan lalu.

Acara tahunan selama tiga hari ini, yang tahun ini diselenggarakan pada tanggal 16-18 Mei, mempromosikan pariwisata dan persahabatan lintas batas. Acara ini disponsori bersama oleh Dinas Pariwisata dan Olahraga Narathiwat, Narathiwat Big Bike Club, dan Asosiasi Offroad Negara Bagian Kelantan (Malaysia).

Asharee Hakrun, ketua Big Bike Club Malaysia, berkata kepada Khabar Southeast Asia, "Ketika kita berbicara tentang wilayah perbatasan selatan Thailand, reaksi awal kebanyakan orang adalah rasa takut karena segala peristiwa kerusuhan yang dilaporkan dari sana.

"Tetapi ketika para petugas serta penyelenggara memberi pengarahan singkat kepada kami tentang langkah-langkah keamanan, tim kami merasa nyaman dan [kami] sangat senang untuk datang dan ikut serta."

Ali Afandee Areefin ikut serta dalam Acara Offroad Sri Sakorn. "Saya merasa sangat dihormati pada acara sambutan yang kami terima dari penyelenggara, yang bekerja sangat baik dalam menjaga keselamatan kita," kata Ali kepada Khabar.

Naik motor untuk tujuan baik

Hasil penjualan dari peralatan dan barang-barang untuk rmotor yang dijual di distrik Muang selama acara ini disumbangkan untuk membantu anak-anak setempat yang menjadi yatim piatu karena pemberontakan.

Kegiatan off-road diadakan di distrik Sri Sakorn, sekitar 115km sebelah tenggarai Negara Bagian Kelantan. Terpencil dan masih perawan, daerah ini sebagian besar telah terhindar dari kekerasan pemberontakan. Lebih dari 800 orang di atas 200 kendaraan ikut serta dalam kegiatan di sana, yang juga dikenal sebagai Kula Kaway dalam bahasa Melayu.

"Sri Sakorn adalah tempat yang sangat baik untuk naik motor off-road karena memiliki segalanya: sungai, bukit dan masyarakat yang baik hati dan ramah. Saya sangat senang dengan jalannya acara ini," kata Asharee kepada Khabar.

Dia mengatakan sebagian besar peserta Melayu berasal dari lima negara bagian paling utara Malaysia. Mereka senang untuk secara langsung mengunjungi Thailand, memmpromosikan perdamaian di tiga provinsi selatan dan menguatkan hubungan antar penduduk Melayu di kedua sisi perbatasan pada saat yang sama, katanya.

Sunkiflee Bin Saleh, penasihat Kelantan Offroad Club, mengatakan klubnya berpartisipasi dengan tujuan utama membina hubungan lintas perbatasan.

"Meskipun kerusuhan masih berlangsung, tujuan kami selalu adalah kedamaian dan kerukunan. Dengan pemikiran itu, ini merupakan peluang besar untuk membangun persahabatan antara penduduk Thailand dan Malaysia," katanya. Pemerintah kedua negara harus bekerja sama untuk memulihkan perdamaian di Ujung Selatan, ia menambahkan.

"Dalam hal ini saya pikir acara ini telah sukses besar. Acara ini juga menonjolkan wilayah ini sebagai tempat yang benar-benar menarik bagi wisatawan di kedua sisi perbatasan," kata Sunkiflee.

Direktur Sawang Srichai dari Dinas Parawisata dan Olahraga Narathiwat berkata kepada Khabar bahwa acara ini telah menyuntikkan sekitar Bt. 4 juta ($123.550) ke dalam perekonomian setempat dan mempromosikan provinsi ini sebagai daerah tujuan wisata.

Awal Tentang Kami Hubungi Kami Sanggahan +Fullsite