Oleh Rapee Mama untuk Khabar Southeast Asia d Provinsi Narathiwat, Thailand
2012-11-08
Para pemimpin agama Muslim dari kesembilan subdistrik dari Distrik Rueso di Narathiwat ikut serta dalam pawai kedamaian dan upacara doa di Masjid Pusat Rueso pada hari Senin (4 November). Spanduk mereka bertuliskan: “Islam adalah jalur menuju kedamaian. Kami menolak kekerasan.” [Foto oleh Rapee Mama/Khabar]
Sama-air Yeeyoosh (ujung kanan) memimpin upacara khusus untuk memohon supaya Allah mengusir kejahatan dari daerah itu, menjauhkan pelaku kejahatan dari dosa dan mengembalikan mereka menjadi anggota komunitas yang baik.
Para pelajar dari sekolah Patareeya Anuban dan Anuban Rueso membawa spanduk yang menyatakan bahwa warga Rueso tidak mengampuni kekerasan melawan warga sipil. Spanduk mereka bertuliskan: “Apa akibat pemboman? Penderitaan bagi semua warga Rueso.”
Sekelompok anak-anak sekolah Muslim ikut serta dalam pawai kedamaian, membawa spanduk yang mempertanyakan: “Apa salah anak-anak kecil? Kenapa kalian ingin melukai kami?”
Iring-iringan pawai kedamaian menyinggahi rumah petugas polisi Sersan Mayor Penpimon Jantamano. Di lokasi inilah sebuah bom truk diledakkan, menewaskan seorang anak laki-laki berusia tiga tahun yang bernama Sirithorn Sooreng dan merusak hingga sepuluh rumah.
Sembilan pemimpin distrik agama Muslim shalat dalam pawai kedamaian dan upacara doa di Masjid Pusat Rueso.
Para pelajar dari Sekolah Anuban Rueso berbaris dalam protes melawan kekerasan pemberontak yang telah melanda Ujung Selatan dengan pemboman hampir setiap hari dan sergapan serangan bersenjata. Spanduk para pelajar bertuliskan: “Rueso tidak butuh kekerasan.”
Sama-air Yeeyoosh berkata kepada para korban agama Budha di daerah Rueso, Thailand bahwa pemeluk agama Muslim sejati tidak mengampuni kekerasan dan semua yang melakukan kekerasan berada ‘di luar’ agama.
Bersama teman-teman mereka di provinsi Yala dan Pattani, para pelajar dari sekolah Patareeya Anuban dan Anuban Rueso di Narathiwat juga menghadapi ancaman kekerasan dari pemberontak yang ingin merenggut hak pendidikan dari mereka. Selama dua tahun terakhir, sejumlah sekolah di Ujung Selatan telah dibakar dan para guru yang mengajar mereka serta polisi yang menjaga mereka telah ditarget dan dibunuh atau dicederai melalui pemboman dan serangan bersenjata.
2014-03-25
2013-11-26
Topan Super Haiyan: rakyat Filipina dan sekutu berjuang pulihkan wilayah
2013-11-16
AS dan PBB merespon Filipina yang terkena dampak topan dengan bantuan
2013-11-05
Ibadah haji: pengalaman penting seumur hidup bagi umat Muslim
2013-09-04
Para Islamis main hakim sendiri Indonesia: sebuah ancaman terhadap aturan hukum?
2013-08-07
2013-06-14
Bagi penggemar mode Muslim, ada beragam pilihan anggun yang berkembang
2013-05-14
