Kemarahan dan air mata setelah serangan mendadak Pattani

Oleh Bas Pattani untuk Khabar Southeast Asia di Distrik Sai Buri, Pattani

2012-09-25

120925-pattani_th_blast

Sumalee Yeesaman terbaring di ranjang Rumah Sakit Pattani, sedang pulih dari cedera perut parah dan luka karena serangan senapan dan bom oleh pemberontak pada tanggal 21 September. Namun luka terpedih Yessaman adalah menyaksikan secara tidak berdaya saat putranya – yang juga terluka dalam ledakan ini – tewas karena lukanya. [Bas Pattani/Khabar]

Perawat Kanyaporn Jindarat, 25 tahun, bergegas menolong seorang saudara yang terluka dalam ledakan bom itu. “Saya bekerja di sebuah puskesmas pemerintah setempat dan sebelumnya telah merawat banyak korban kerusuhan, “ kata Jindarat.

Televisi sirkuit tertutup (CCTV) menangkap gambar lima dari enam terduga penyerang yang lari melintasi jalanan di kawasan perbelanjaan Kotamadya Taluban, menyandang senapan setelah menembaki toko emas. Para pria itu kabur dengan truk bak terbuka Toyota Vigo dan meninggalkan sebuah truk bak terbuka Chevrolet berisi bom tersembunyi yang meledak setelah polisi menanggapi tembakan senapan itu.

Sebuah gambar CCTV lainnya menunjukkan dua terduga pemberontak kabur di bak sebuah truk bak terbuka Toyota Vigo. Kelompok itu meninggalkan sebuah truk bak terbuka Chevrolet, yang berisi bom berbobot 50 kg yang membunuh dan mencederai warga serta para petugas keamanan.

Keadaan setelah ledakan di kawasan perbelanjaan Kotamadya Taluban, yang disebabkan sebuah bom berbobot 50 kg yang diledakkan oleh para terduga pemberontak. Para pelaku pemboman menyasar para pembeli di siang hari dan personil polisi di distrik yang padat itu. Pecahan peluru yang dilontarkan bom itu menyebabkan cedera parah terhadap para petugas keamanan yang datang dan pejalan kaki.

Seorang pria mengamati bagian depan sebuah toko yang terbakar habis oleh serangan maut itu. Para penyelidik yakin pemboman ini dilaksanakan oleh tiga kelompok pemberontak – yang berpusat di Panare dan Sai Buri di Pattani dan Distrik Bajoh di provinsi Narathiwat. Tujuan mereka tampaknya untuk membuktikan mereka masih aktif meskipun adanya pertemuan awal antara Komandan Angkatan Darat Wilayah 4 dan kelompok-kelompok pemberontak lainnya untuk membicarakan negosiasi dan dihentikannya kekerasan.

Wakil Inspektur Kepolisian Sai Buri Pattanapong Thongduang dikunjungi oleh Wakil Komandan Angkatan Darat Wilayah 4 Mayor Jenderal Suphat Wichitkan di Rumah Sakit Pattani. Suphat datang untuk memberi dukungan bagi para korban yang dirawat karena cedera bom. Pattanapong, satu dari 13 petugas dari Kantor Polisi Sai Buri yang cedera dalam sergapan bom saat menanggapi serangan bersenjata itu, sedang dirawat karena luka pecahan peluru dan cedera internal yang parah.