Penetrasi Internet yang makin berkembang membuka jalan bagi e-commerce

Indonesia berusaha untuk membuat provinsi-provinsi selain Jawa dan Bali menjadi online secara cepat.

Oleh Ismira Lutfia Tisnadibrata di Medan, Sumatra Utara

Juni 10, 2013
Kembali ke Format Awal Lebih kecil Lebih besar

Meskipun sambungan Internet masih jarang di Wamena, ibukota kabupaten Jayawijaya di provinsi paling timur Indonesia, yaitu Papua, Roni Haluk dari suku Dani di Papua telah menggunakan Internet untuk menyebarkan informasi tentang madu yang dipanen dari tempat peternakan lebahnya.

  • Mengenakan cat dan hiasan kepala tradisional Papua, Roni Haluk (kanan) dan
					seorang rekan kerjanya berpose dengan seorang pengunjung di stan provinsi Papua
					di Pekan Informasi Nasional 2013 di Medan. Roni menggunakan Internet untuk
					memasarkan madunya. [Foto oleh Ismira Lutfia Tisnadibrata/Khabar]

    Mengenakan cat dan hiasan kepala tradisional Papua, Roni Haluk (kanan) dan seorang rekan kerjanya berpose dengan seorang pengunjung di stan provinsi Papua di Pekan Informasi Nasional 2013 di Medan. Roni menggunakan Internet untuk memasarkan madunya. [Foto oleh Ismira Lutfia Tisnadibrata/Khabar]

  • Rudi Muhammad Setiawan dan Muhammad Alimal Yusri, para pelajar jurusan
					kimia di SMK Negeri 3 Medan, berpose dengan produk sekolah mereka selama Pekan
					Informasi Nasional 2013 di Medan. Sekolah ini mengiklankan produknya secara
					online.

    Rudi Muhammad Setiawan dan Muhammad Alimal Yusri, para pelajar jurusan kimia di SMK Negeri 3 Medan, berpose dengan produk sekolah mereka selama Pekan Informasi Nasional 2013 di Medan. Sekolah ini mengiklankan produknya secara online.

Uang yang dihasilkannya dari peternakan lebahnya, yang dapat menghasilkan hingga 300 botol berukuran satu liter per bulan, telah memungkinkan dia untuk mengirim anaknya untuk belajar di sebuah universitas di Makassar, di pulau Sulawesi yang letaknya berdekatan.

"Saya telah melakukan bisnis peternakan lebah ini selama sekitar sepuluh tahun, dan saya dulu hanya memasarkannya secara lokal melalui iklan di stasiun TV lokal. Tapi sejak Internet tersedia di Wamena pada tahun 2009, saya telah menggunakannya untuk mempromosikan madu saya ke pasar yang lebih luas di luar Papua," kata Roni kepada Khabar Southeast Asia pada tanggal 25 Mei di Medan, ibukota provinsi Sumatra Utara.

Roni adalah anggota delegasi Papua di Pekan Informasi Nasional 2013, yang diadakan di Lapangan Merdeka Medan, dan diselenggarakan bersama oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Provinsi Sumatra Utara, dan kota Medan.

Tujuan utama acara tahunan ini adalah untuk menginformasikan kepada masyarakat Indonesia tentang perkembangan sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) negara, dan lebih umum, untuk meningkatkan melek teknologi informasi, khususnya di provinsi-provinsi luar.

Upaya untuk membentuk masyarakat yang lebih terhubung merupakan bagian dari persiapan untuk Komunitas ASEAN 2015, kata para pejabat. Di sepanjang jalan, ini akan memungkinkan lebih banyak orang Indonesia seperti Roni untuk meraup manfaat dari e-commerce.

Menjadikan lebih banyak provinsi online

Untuk saat ini, pemerintah sedang berfokus ke pulau paling barat, Sumatra, yang sudah siap masuk ke dunia cyber, kata para pejabat.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring berkata bahwa departemen itu berencana untuk mendirikan 10.000 hot spot Internet nirkabel gratis di Medan, sebagai bagian dari langkah untuk mengembangkan Sumatra Utara sebagai provinsi cyber yang menggunakan TIK untuk membantu mempromosikan pariwisata, sumber daya alam, perikanan, dan potensi sumber daya manusia.

Dengan 67% dari penduduk Indonesia terpusat di Jawa dan Bali, ia menyatakan bahwa semua provinsi di kedua pulau ini telah menjadi provinsi cyber dengan infrastruktur TIK yang mantap.

"Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan Sumatra Barat memiliki semua potensi untuk dikembangkan menjadi provinsi cyber karena mereka sudah memiliki jaringan serat optik yang baik untuk Internet," kata Tifatul kepada wartawan di Medan.

Dalam sambutan pembukaannya pada 25 Mei, Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho mengatakan infrastruktur TIK bisa mempercepat investasi di Sumatra Utara.

"Tapi kita masih memiliki rintangan berupa sumber daya manusia dan keuangan untuk mengembangkan infrastruktur TIK yang dapat menjadi pintu gerbang kita untuk memberikan informasi tentang potensi kita. Oleh karena itu, penguasaan TIK sangat penting untuk peningkatan itu [pertumbuhan ekonomi]," katanya.

Mempercepat penggunaan Internet

Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa tingkat penetrasi Internet di Indonesia mencapai 24% dari populasi - atau 63 juta pengguna - pada tahun 2012. APJII memperkirakan jumlahnya akan lebih dari dua kali lipat pada tahun 2015, menjadi 139 juta.

Data ini berasal dari survei APJII yang dilakukan tahun lalu dari 2.000 responden mulai usia 12-65 tahun, di 31 provinsi.

Di sekolah menengah kejuruan di Sumatra Utara, siswa sudah menggunakan Internet sebagai alat pemasaran.

Usman Lubis, kepala sekolah SMK Negeri 3 Medan, sekolah khusus jurusan kimia, mengatakan, sekolah menggunakan Internet untuk menampilkan produk buatan para siswa seperti karbol pembersih lantai, sabun, dan parfum.

"Internet ini seperti etalase elektronik untuk produk siswa kami," tambah Saprudin Nasution, kepala sekolah SMK Negeri 3 Pematang Siantar, juga di Sumatra Utara, sekolah khusus jurusan bidang perhotelan, mode, dan seni kuliner.

Komentar Pembaca
KLIK DI SINI Untuk Menambah Komentar
    • Atan Ahmad
      June 9, 2013 @ 06:06:04PM
    • Indonesia lebih terdepan dari Malaysia bidang guna IT di pendalaman.

Isi Komentar (Tata Cara Berkomentar)* Menandai tempat yang harus diisi

Apdf-id

Jajak Pendapat

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak mewakili kaum Muslim.

Hasil Peninjauan

Rangkaian Foto


Seorang wanita terkesiap di luar Hotel Ritz-Carlton Jakarta pada 17 Juli 2009, setelah ledakan bom mengguncang hotel tersebut dan JW Marriott di dekatnya. Dua tersangka pembom bunuh diri Jemaah Islamiyah menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai lebih dari 40 lainnya. [Arif Ariadi/AFP]

Ancaman Teror Global: Asia Tenggara

Asia Tenggara telah menjadi baik sumber maupun sasaran terorisme global. Kelompok afiliasi Al-Qaeda, yaitu Jemaah Islamiyah di Indonesia dan Malaysia serta Abu Sayyaf di Filipina, adalah beberapa di antara kelompok-kelompok regional yang meneror negara as