Ledakan kemarahan Islamis dalam acara diskusi membuat marah warga Indonesia

Perilaku tidak sopan dari juru bicara Front Pembela Islam (FPI) menunjukkan wajah kelompok tersebut yang sesungguhnya, para pemimpin Muslim mengatakan.

Oleh Aditya Surya untuk Khabar Southeast Asia di Jakarta

Juli 24, 2013
Kembali ke Format Awal Lebih kecil Lebih besar

Pandangan terhadap Front Pembela Islam (FPI) jatuh lebih rendah lagi di mata publik Indonesia bulan lalu ketika seorang juru bicara kelompok garis keras tersebut menyiramkan segelas air pada seorang dosen universitas dalam perdebatan pada acara diskusi pagi yang disiarkan secara langsung di jaringan televisi swasta TVOne.

  • Anggota Front Pembela Islam (FPI) menggelar unjuk rasa di Jakarta pada bulan Agustus 2009 untuk memperingatkan pemilik klub malam untuk menutup usaha mereka selama bulan Ramadhan. Juru bicara FPI, Munarman, dikritik karena menyiramkan air pada seorang dosen universitas ketika keduanya berdebat mengenai razia Ramadhan pada siaran langsung acara diskusi pada tanggal 28 Juni. [Bay Ismoyo/AFP]

    Anggota Front Pembela Islam (FPI) menggelar unjuk rasa di Jakarta pada bulan Agustus 2009 untuk memperingatkan pemilik klub malam untuk menutup usaha mereka selama bulan Ramadhan. Juru bicara FPI, Munarman, dikritik karena menyiramkan air pada seorang dosen universitas ketika keduanya berdebat mengenai razia Ramadhan pada siaran langsung acara diskusi pada tanggal 28 Juni. [Bay Ismoyo/AFP]

Acara yang ditayangkan pada tanggal 28 Juni itu sedang membahas langkah apa yang akan diambil kepolisian tahun ini untuk mencegah kelompok-kelompok yang main hakim sendiri dari melakukan razia selama Ramadhan. Juru Bicara Polri Boy Rafli Amar merupakan salah satu tamu melalui sambungan video.

Juru bicara FPI Munarman dan Dosen Sosiologi Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola duduk berdampingan di sofa studio tersebut, diapit oleh pembawa acara "Apa Kabar Indonesia Pagi," ketika diskusi mengenai topik yang sensitif itu berubah menjadi heboh.

Setelah Thamrin berkomentar bahwa aliansi politik bisa membuat sulit bagi para pemimpin lokal untuk mengendalikan kelompok-kelompok garis keras, Munarman menegaskan panjang lebar bahwa kelompok-kelompok tersebut mengambil alih masalah ini secara sepihak karena polisi tidak menegakkan peraturan yang ada.

Ketika Thamrin mencoba menyela dan mempertahankan pendapatnya, Munarman mengambil segelas air, menyiramkannya di wajah orang yang lebih tua itu, dan melompat berdiri, serta berkata, "Diam! Anda harus diam ketika saya berbicara."

Siaran tersebut dengan cepat dipotong, tetapi klip dari pedebatan tersebut membanjiri YouTube, dan jejaring sosial meledak dengan kemarahan atas insiden tersebut. Para pemimpin agama ikut mengecamnya.

Sebuah contoh buruk bagi umat Islam

Nuril Arifin Husein dari Nahdlatul Ulama (NU) mengatakan kepada wartawan bahwa Munarman tidak seharusnya memperlihatkan sikap yang agresif karena ia merupakan contoh bagi para pengikutnya.

"Mungkin Munarman belum siap untuk menjadi seorang pemimpin Islam," katanya kepada Khabar Southeast Asia. "Dia tidak akan menjadi seorang pemimpin jika ia tidak mampu mengendalikan diri."

"Itu adalah sikap yang memalukan, tetapi ya, itu menunjukkan wajah asli FPI. Mereka tidak bisa menghormati pendapat orang lain," kata Husain Maghbrib, seorang ulama Islam di Jakarta. "Saya tidak sependapat bahwa FPI membela namanya, 'Front Pembela Islam'. Menyimak sikap mereka, apakah mereka membela Islam? Sebagai seorang Muslim, saya merasa sepertinya dia hanya membela dirinya sendiri."

Sementara itu, Hendardi, ketua Setara Institute untuk Demokrasi dan Perdamaian, mengatakan bahwa tindakan Munarman itu tidak pantas untuk sebuah masyarakat demokratis.

"Dalam demokrasi, tidak peduli apakah kita setuju atau tidak setuju dalam debat atau diskusi, kita harus menghargai sebuah pendapat," katanya kepada Khabar. "Tindakan Munarman adalah cerminan organisasinya, yang selalu memaksakan pandangannya pada orang lain."

Sebuah penghinaan terhadap kebebasan berbicara

Dalam sebuah pernyataan di situsnya, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) meminta tvOne untuk meminta maaf kepada masyarakat dan tidak mengundang tamu seperti Munarman untuk masuk ke dalam siaran. Lembaga ini bahkan mendorong Thamrin untuk mengambil tindakan hukum terhadap juru bicara FPI ini.

"Tindakan kekerasan yang dilakukan Munarman mengancam kebebasan berbicara dan demokrasi di Indonesia. Tindakan ini tidak hanya mempengaruhi Thamrin Amal Tomagola, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketakutan publik," kata pernyataan itu.

Banyak orang mendesak Thamrin untuk melaporkan Munarman ke polisi, tetapi sosiolog tersebut menolak untuk melakukannya, mengingatkan bahwa seorang pejabat kepolisian tinggi menyaksikan sendiri kejadian tersebut.

"Biarkan masyarakat yang menilai, dan memberikan hukuman sosial yang tepat," dalam pesan twitter-nya setelah kejadian tersebut. "Saya tidak ingin menanggapi preman."

Komentar Pembaca
KLIK DI SINI Untuk Menambah Komentar
    • Hadiwijaya
      October 14, 2014 @ 05:10:51AM
    • Jangan mudah mengatakan orang yg tidak tidak dalam komentar, belum tentu anda yg berkomentar lebih baik dari yg di komentarin,.
    • umar
      September 15, 2014 @ 02:09:43AM
    • sebenarnya wajah pemimpin kita dan yang tremasuk di dalam apa yg di bicarakan di atas. pengen menang sendiri tapi lihatlah apa yang terjadi di kala kejoliman di hadapan kita di mana pennegak hukum kita. sementara klo ada pembelaan dan aksi dari suatu organisasi baru cari2 alasan untuk menyalakan. yang nota benya gak tau duduk persoalanya. sa bijak dalam menyikapi semoga kita bijak dalam menyikapi suatu jangan sampAI SEenk perut kita dan orang yang selalu bilang demokrasi belum tentu dia seorang yang menjalankan demokrasi dan biasanya dia yang paling pertama melanggar demokrasi.....semoga.........semua sadar ingat dosa dosa kita nanti yg akan di pertanggung jawabkan di dunia maupun di akirat kecuali mereka yg tidak punya tuhan....
    • indi
      June 5, 2014 @ 06:06:25AM
    • ya ampuunn.. miris baca beritanya.. sepertinya jauh dari yang namanya Pancasila..
    • Bhuyung
      May 8, 2014 @ 06:05:18PM
    • itulah FPI,entah hebat atw apa,Islam apaan loh,Rubah itu namanya FPI jangan pake nama islam,diIslam tidak diajarkan begitu,yang ada kita dijajarkan mrnghargai yang tua,ganti itu namanya,Sok sokan atas nama agama,kalian sebenarnya hanya orang munafik,perdalam dulu agama kalian,jangan cuma jadi islam fanantik buta,tata ulang organisasi kalian,gamti namanya dan perbaiki anggotamu.
    • Islamic
      December 13, 2013 @ 12:12:33AM
    • Memang munawarman salah, tp dia tdk bsa disalahkan spenuhnya, temperamen seseorang berbeda2 thamrin jg slah, mengapa dia menyela pembicaraan seseorang yg tingkat emosionalnya tinggi ? Bgi orng islam kta sharusnya bersatu g sling menjatuhkan, di mata publik dunia nama islam tu dah buruk, akibat orng2 yg menyebut dirinya islam nmun msh ttap maksiat (DPR yg korupsi), sehendaknya g ada perpecahan faham islam sperti muhammadiah dan NU kta islam kta satu, dengan cara tasamuhlah kta bsa toleran trhadap perbedaan manusia...
    • airmata kasih
      August 23, 2013 @ 06:08:14AM
    • manusia,bukan malaikat, ada sifat kekurangan..tetapi .ada dijiwa manusia cuba untuk memberi gambaran sinis diatas perjuangan kolompok yg ikhlas memperjuangkan shariat.pada pandangan saya munarwan telah melihat ada unsur ke arah itu.......lihat saja mesir ..askarnya sendiri membunuh org islam..yg tak berdosa ...menjatuhkan(kudata) president mursi yang dilantik oleh raayatnya.
    • Adi
      August 15, 2013 @ 03:08:33AM
    • Tamrin adalah tokoh JIL
    • bagong
      August 8, 2013 @ 12:08:16PM
    • FPI perlu juga lo sebenernya,untuk Shock Terapi biar ad peringatan langsung bagi pemaksiat dan aparat yang ngerti tugasnya,,
    • Ichsan
      August 8, 2013 @ 07:08:28AM
    • Sekelompok orang yang menggunakan nama Islam namun tidak berkelakuan seperti orang beragama membuat aib Allah mereka sendiri; mereka tidak membela agama mereka melainkan membela diri mereka sendiri. Agama hanya digunakan untuk menggalang simpati dari masyarakat.
    • Agus
      August 7, 2013 @ 09:08:43AM
    • FPI = Front Penghancur Islam. Mereka tidak mewakili kebanyakan orang Muslim Indonesia yang toleran dan bersahabat.
    • Agus
      August 7, 2013 @ 09:08:04AM
    • FPI = Front Perusak Islam
    • ari
      August 6, 2013 @ 01:08:31AM
    • Makanya kalo ada orang bicara jangan di potong.....
    • Mbah Kromo
      August 4, 2013 @ 05:08:45AM
    • FPI itu Iblis, titik.
    • leni siswati
      August 1, 2013 @ 12:08:04AM
    • ya udah sih, saya rasa ini adalah aib bagi orang islam. bagi yang merasa muslim tidak seharusnya berita ini menyebar luas karena akan merusak citra islam sndri. kalau bisa aib ini jangan di umbar disamping dari masing-masing individu mencoba untuk terus memperbaiki diri.
    • davis
      August 9, 2013 @ 06:08:22AM
    • Persoalan Ekstrimis Islam perlu segera mendapat perhatian dari para pihak berwenang. Pertama, menerapkan kebijakan yang layak untuk menangani kelompok-kelompok tersebut (bukan hanya FPI atau tindak lanjut yang hanya sedikit demi sedikit). Yang kedua, sangat mengherankan bagi saya ketika orang melanggar prinsip-prinsip agama yang mereka berpura-pura (pernyataan tidak relevan jika perilaku berlawanan dengan dasar dari agama tersebut) membela. Menurut saya, disinilah kegagalan Islam moderat karena telah tinggal diam ketika ada orang yang menyalahgunakan nama agama untuk melukai orang lain. Kebanyakan orang Islam garis keras, pada dasarnya, sangat mudah marah dan memprovokasi orang lain. Mereka menentang orang yang mengkonsumsi minuman yang memabukkan di bar-bar yang justru berlisensi, namun mereka sendiri terus mengkonsumsi narkoba. Kebanyakan dari mereka mabuk narkoba, sepanjang hari, sepanjang waktu - dan polisi mengetahui hal ini namun tidak melakukan apa-apa. Baru-baru ini, mereka bertindak lebih jauh dan menggunakan narkoba (bahan kimia) sebagai senjata untuk melawan orang yang tidak mereka sukai. Satuan anti narkoba kepolisian harus dilengkapi dengan baik dan didukung untuk melawan geng-geng ini. Sayangnya, mereka telah memasuki perguruan tinggi dan universitas dimana mereka berkolusi dengan elemen-elemen staf yang buruk untuk menggunakan rumah kost sebagai tempat persembunyian untuk operasi pengedaran narkoba sementara pihak berwenang membiarkan mereka atau bahkan memberikan perlindungan dari gangguan satuan polisi luar. Masalah-masalah ini akan terus menumpuk dan masyarakat serta pemerintah akan merasakan dampaknya selama bertahun-tahun ke depan.
    • leni siswati
      August 1, 2013 @ 12:08:52AM
    • ya udah sih jangan terlalu digembor-gemborkan. kalau menurut saya ini adalah aibnya orang islam, baiknya aib ini jangan terlalu di umbar, sebagai orang islam saya merasa malu ada orang yang berlaku seperti munarman, tapi ya saya harap karena ini aib, ya jangan diumbar. hrusnya orang islam itu menutupi aib saudaranya...
    • Tri
      July 31, 2013 @ 12:07:11PM
    • Negara aneh bin ajaib. Maling ayam dipenjara.. Tapi orang2 kaya fpi dibiarkan.... Mau jadi apa toh negara ini... Sedih liat indonesia jaman sekarang...
    • hari haryanto
      July 31, 2013 @ 06:07:43AM
    • MUNARMAN ISLAM BANGSAT
    • puguh
      August 6, 2013 @ 11:08:26PM
    • Seorang yang ISLAM BANGET memiliki ciri-ciri : 1. CERDAS IKNTELEKTUAL 2. CERDAS EMOSIONAL 3. CERDAS SPIRITUAL Dan kesemuanya itu tak tampak pada diri MUNARMAN Kasihan bendera Islam di nodai oleh ulahnya.....
    • insan Pluralis
      July 30, 2013 @ 01:07:31PM
    • FPI itu kan seperti anjing lapar,knp blm dibuburkan juga ya brengsek tu babi yg namanya FPI. Sebagai umat islam saya malu sangat mencoreng islam.busyettt
    • Abu Hasna
      July 30, 2013 @ 06:07:09AM
    • http://islampos.com/warga-dukung-fpi-tutup-pelacuran-di-kendal-71530/
    • anas
      July 29, 2013 @ 10:07:14PM
    • lagiaan siii...orang belum selesai ngomong udah dipotong...jelas aja kesel...si thamrin lg ngomong aja, si munarman ga memotong pembicaraan si thamrin... mata lo udah pada buta...yang benar dibilang salah, yang salah dibilang benar. HEI...TUHAN TIDAK BUTA...KALO LO EMANG MERASA BENAR...COBA LO HADAPIN SAAT SAAT KEMATIAN LO...INGET...TUHAN TIDAK BUTA!!!!
    • noel
      August 4, 2013 @ 03:08:03AM
    • Tuhan tidak buta, tetapi Anas memang buta.
    • bayu anugrah
      July 29, 2013 @ 04:07:07PM
    • Menurut saya, penyiraman air itu SANGAT BAGUS Dan setuju sekali. Karena dia tdk mmberikan ksempatan bicara kpda munawarman. Dan menuduh kerusuhan2 yang terjadi di ambon Dan maluku memfitnah kaum muslimin yang membuat krusuhan di sna. PERFECT buat MUNAWARMAN!!!
    • imam nawawi
      July 29, 2013 @ 05:07:32AM
    • memang harus ada yg bertindak tegas pd kemaksiatan seperti halnya FPI. krn kadang hukum disini bisa diam dan tak melihat karna UANG. tp,sebagai seorang PEMIMPIN ISLAM tirulah KHOLIFAH UMAR BIN KHOTOB. yg mampu menahan amaran karena ALLOH. walaupun wajahnya sempat diludahi orang.
    • Burhan
      July 29, 2013 @ 01:07:03AM
    • tndakan yg mencerminkan orgnsasi trsebut, bkin malu agama islam
    • Marin
      July 28, 2013 @ 11:07:00PM
    • Saya memang tdk menyaksikan kejadian tsb. Tapi saya sangat mendukung tentang gerakan FPI. Sebab gerakannya adalah menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran. Yg saya kurang setuju adalah apabila FPI mencedrai orang lain, sekali lagi jangan mencedrai orang lain. Tp kalau kepepet atau demi untuk menjaga keselamatan diri, apa boleh buat. Semoga kemaksiatan di bumi Indonesia ini dapat dimusnahkan. Setidak-tidaknya berkurang. Siapa lagi kalau bukan kita-kita ini. Jangan kita mencontoh seperti negara-negara kafir.. Mereka melegalkan perkara-perkara semacam itu demi untuk mendapatkan omset suatu kelompok atau suatu negara. Apakah kita mau dilingkungan kita atau dinegara kita ini semua masyarakat melakukan maksiat? Atau pelaku pelacuran? Dan apakah kita mau suatu rumah tangga atau kelompok ataupun suatu negara di bangun dengan hasil perbuatan yang haram...? Ingat. Siksaan Allah itu amat pedih.
    • ucx
      August 12, 2013 @ 01:08:38AM
    • Sekarang W tanya lo, MARIN, FPI dapat uang dari mana ??? Lo tau ga klw FPI tuh dapat jatah dari buka Diskotik, jadi kalau blm tau apa2 ga usah komenter, DUDOLLL
    • edenk
      August 15, 2013 @ 02:08:17AM
    • hidup tu saling terkait satu sama lain, ada orang kaya ada orang miskin, kalau gak ada kuli orang kaya apa bisa bikin rumah, sma aja kayak ada orang baik ada orang maksiat, itu mana nya WARNA KEHUDUPAN. Kalau orang kaya semua apa baik semua, MONOTON KALI
    • sakragingerbeard
      July 28, 2013 @ 08:07:56AM
    • bagus, salut buat munarman. thamrin tidak tau adab ketika orang mengemukakan pendapatnya harusnya thamrin diam.
    • Ichsan
      July 28, 2013 @ 06:07:47AM
    • Jgn mendengar sebelah pihak saja... Jika org berbuat seperti Munarwan pasti ada sebabnya.. Kenapa munarwan lg bicara dipotong terus apakah itu sopan. Wajar saja bila munarwan marah..
    • wong
      July 28, 2013 @ 05:07:02AM
    • tindakan sperti itu tdk lebih baik dari bebek
    • Andi
      July 27, 2013 @ 03:07:10PM
    • Tamagola gktahu aturan diskusi,memancing emosi,itu type orang liberal. Seperti JIL,yg harus ditindak,krn merusak akidah islam..
    • black flag
      July 27, 2013 @ 01:07:03PM
    • Thamrin tomagola memang sudah sepantasnya mendapat perlakuan spti itu,bahkan ĸªĽő sy menyarankan lbh setimpal lg apabila cairan yg ɑ̤̥̈̊D̶̲̥̅̊ɑ̤̥̈̊ didlm gelas tsbt adalah air keras...
    • Giman
      July 27, 2013 @ 12:07:01PM
    • Bubarkan fpi... Apapun alsn.. Tegakan nahi munkar dgn kebajikan...
    • adrian
      July 27, 2013 @ 11:07:06AM
    • pukul aja tuh juru bicara FPI nya pakai tongkat pemukul ANJING....
    • Muhjiyamto
      July 27, 2013 @ 09:07:07AM
    • Untuk FPI, saya doa kan mudah - mudahan pimpinan -pimpinan F P I cepat MATI.
    • Rudiarto
      July 27, 2013 @ 04:07:16AM
    • sptnya utk saat ini kita tdk perlu lg utk membaca, membahas atw memperdebatkan ttg FPI...! segera tanda tangani "Petisi pembubaran Ormas FPI" yg diprakarsai oleh LSM...itu langkah yg paling kongkrit dan gentleman...
    • hamba allah
      July 27, 2013 @ 12:07:50AM
    • seharusnya di negara kita di buatkan hari libur nasional sehari saja setiap sebulan sekali untuk memmbaca surat yasin secara serempak di seluruh indonesia,untuk para pemimpin yang curang,djolim,agar kontan diberi ganjarannya. insya allah aman ga perlu kpk atau polisi lagi enak toh ...asik toh...
    • ucx
      August 12, 2013 @ 01:08:30AM
    • Crott,, crottttt,,, baca aja sendiri rame2.. emang lo kira negara mbah mu, ini NKRI bung!!! PANCASILA,, BUKAN NEGARA ISLAM, ajritt lo
    • Light
      July 27, 2013 @ 12:07:54AM
    • Memang kurang ajar, dari dulu yg namanya menyela pembicaraan itu sudah hal terlarang/
    • Dulah
      July 26, 2013 @ 08:07:44PM
    • Iblis pandai berganti-ganti rupa ataupun wujud untuk mengelabui orang. Meskipun berjubah putih (lambang kesucian?) namun kata-kata dan tindakan bersifat destruktif, maka ketahuanlah bhw kesucian yang dilambangkan dgn pakaian itu hanya kamuflase. "Nanti jika waktunya tiba, wahai anak-cucu, kau akan menyaksikan iblis bergentayangan memakai jubah putih," demikian saya masih ingat betul kata kakek buyut saya. Waktunya sudah tiba, ya sekarang ini.
    • Joe
      July 26, 2013 @ 05:07:04AM
    • Islam mengjarkan kita untuk bersikap santun
    • bagus_alamin
      July 25, 2013 @ 05:07:38AM
    • Bedebah !!!!!! Munarman
    • dewa
      July 24, 2013 @ 10:07:55AM
    • menurut saya sudah seharusnxa perbuatan seperti itu harus di berikan tindakan agar hukum tidak lagi di lecehkan karna slama ini hukum yang ada di negara kita slalu dilecehkan oleh orang2 yg ingin menghancurkan negara sendiri dengan cara2 dan tindakan2 yg melanggar peraturan2 perundang2an,dan oleh sebab itu maka penegakan hukum yg tegas di negara kita sangat amat di perlukan agar negara kita tidak porak poranda karna kelemahan hukum itu sendiri,,,,,,maju terus penegakan dn tindakan hukum kami semua pasti mendukung itu semua
    • hari haryanto
      July 31, 2013 @ 06:07:47AM
    • bukti penegakan demokrasi reaksi penegak hukum terhadap munarwan yang sudah jelas melanggar demokrasi

Isi Komentar (Tata Cara Berkomentar)* Menandai tempat yang harus diisi

Jajak Pendapat

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak mewakili kaum Muslim.

Hasil Peninjauan

Rangkaian Foto

Umat Islam membaca Al-Qur'an di Masjid Agung Istiqlal pada 4 Mei di Jakarta, sebagai bagian dari "Satu Hari Satu Juz", sebuah program yang mendorong umat Islam untuk menjalankan hidup berdasarkan kitab suci agama Islam. Lebih dari 90% dari 250 juta penduduk Indonesia adalah Muslim moderat. [Adek Berry/AFP]

Kelompok garis keras Indonesia ancam toleransi

Tradisi Islam moderat dan toleran di Indonesia terancam oleh kelompok-kelompok garis keras yang memaksakan pandangan konservatif mereka pada orang lain dan mengintimidasi agama minoritas.